First Gathering Janisian Batch 1 & Batch 2

Pada postingan sebelumnya telah diumumkan nama-nama yang telah resmi tergabung ke dalam komunitas Janis (Jalan Inovasi Sosial). Menindaklanjuti kegiatan open recruitment tersebut kami pun memutuskan untuk mengadakan First Gathering Janisian Batch 1 dan Batch 2. Acara tersebut dilaksanakan kemarin (6/11/2015) bertempat di SMA YP UNILA Bandar Lampung. Meskipun pada acara tersebut tidak semua Janisian dapat hadir namun acara ini bisa dikatakan sukses.

Penjelasan Visi dan Misi Janis oleh Saudara Rizkur
Sekitar 20 orang janisian dari batch 1 dan batch 2 berkumpul dalam acara first gathering yang dimulai dengan perkenalan dari masing-masing anggota janisian yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan internal mengenai “Apa itu Janis?” serta penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan serta program apa saja yang telah dan akan dilaksanakan. Tujuan dari penjelasan tersebut adalah agar seluruh janisian yang baru masuk dapat memiliki persepsi yang sama mengenai visi dan misi dari Janis. Pada sesi ini juga diberikan kesempatan bagi para Janisian yang ingin bertanya mengenai hal-hal yang belum mereka ketahui tentang Janis. Acara gathering tersebut akhirnya ditutup dengan kegiatan ice breaking untuk mengakrabkan para janisian dari batch 1 dengan batch 2.

Ada beberapa poin penting yang dihasilkan dari pembahasan yang kami lakukan di dalam acara tersebut, antara lain:

  • Big event janis yaitu peresmian website dan desa wisata kunjir yang sejatinya akan dilaksanakan ada taanggal 7 dan 8 Nopember harus diundur menjadi tanggal 14 – 15 Nopember 2015 dikarenakan adanya kegiatan lain yang harus dilakukan oleh masyarakat dan pengurus karang taruna setempat yang mengakibatkan projek tersebut harus ditunda untuk seminggu kedepan.
  • Project pertama yang akan dilakukan bersama oleh Janisian baik dari batch 1 maupun Batch 2 adalah pembangunan ecobrick yang nantinya akan dijadikan simbol atau landmark bagi desa wisata kunjir. Simbol ini akan dibangun dengan memanfaatkan botol-botol bekas yang nantinya akan disusun membentuk lambang khas lampung (perahu dan siger).
Contoh konsep ecobrick yang akan diaplikasikan untuk landmark desa Kunjir

  • Dibutuhkan kurang lebih 1.700 botol air mineral bekas untuk membangun ecobrick tersebut. Janisian ditugaskan untuk mencari 1000 botol sementara sisanya dilimpahkan kepada masyarakat setempat. Tujuannya adalah agar masyarakat di sana juga memiliki rasa tanggung jawab serta rasa memiliki terhadap simbol yang nantinya akan di bangun di desa mereka.
  • Program Janis ke depan akan difokuskan di 2 tempat yaitu desa Kunjir dan Pulau Sebesi yang ada di kabupaten Lampung Selatan.
Peta lokasi desa Kunjir (area hijau) dan Pulau Sebesi

  • Diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara yang akan dilakukan untuk mengumpulkan botol-botol bekas tersebut.

Kira-kira itulah rangkuman kegiatan serta poin-poin yang dihasilkan dari First Gathering yang kami adakan kemarin. Semoga project-project yang telah dicanangkan di atas dapat diwujudkan dengan maksimal sehingga bisa memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat desa yang menjadi target pengaplikasian inovasi dari para Janisian.

Janis, Berinovasi, Menginspirasi!!!